Laghani Siompo, S.Ag : Hidup Mujur Raih Jannah dengan berlaku Jujur Lagi Amanah

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang beriman dan beramal sholeh serta nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Sabar dalam makna kesabaran dalam ketaantan kepada Allah SWT, sabar untuk menghindari kemaksiatan, dan sabar ketika ditimpa musibah”,

Laghani Siompo,. S.Ag

Adalah kutipan dari Ayat suci Al Quran yang disampaikan oleh Ustadz Laghani Siompo, S.Ag selagi mukodimah dalam agenda Kajian Islam Rutin di Prodi Kebidanan Jember dengan membahas tema Jujur dan Amanah. Sebuah tema yang menarik untuk dikaji lebih mendalam dan relevan sepanjang zaman.

Yuniasih Purwaningrum, S.SiT., M.Kes bersama Mahasiswi Kebidanan tk.I

Jujur Membuat Hidup Mujur, Lalu Makmur

Mengawali nasihatnya, al Ustadz pengasuh Pondok Tahfidz Universitas Muhammadiyah Jember ini, mengajak segenap hadirin; mahasiswi-mahasiswi kebidanan lintas jenjang beserta dosen-karyawan sivitas akademik kampus I ini untuk senantiasa saling menasihati, menguatkan satu sama lain untuk setia pada kebenaran dan menetapi kesabaran. Dai kelahiran pulau Buru, Ambon ini mengutarakan pentingnya sifat jujur dan amanah ini untuk dimiliki setiap pribadi muslim. Al-Hafidz kharismatik ini, menyebut sejumlah kutipan Qurán surat dan nomor ayat yang spesifik mengulas bab Jujur dan Amanah; a.l Qs. At Taubah ayat 119, Qs. Al Ahzab ayat 35, 70-71, dan Qs. Muhammad ayat 21 dan sejumlah Hadits Nabi SAW berkaitan dengan tema.

Lulut Sasmito, S.Kep.Ns.,M.Kes (kiri), Muhammad Holil (tengah), Muh. Bahrun

Qs ke-9 ayat 119 ini berbunyi Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur). Jujur kepada Allah, jujur kepada Rasul, termasuk orang tua di rumah dan bapak/ibu guru, tegas Dai asal Sulawesi tenggara tersebut. Selanjutnya, Surat 33 ayat 35, tertuang penyebutan shodiqin dan shodiqot, panggilan kepada orang-orang yang jujur laki-laki dan perempuan baik dalam bersikap dan bertutur kata. Pada ayat-ayat selanjutnya, 70-71 terkandung makna manfaat kesetiaan pada kejujuran a.l, Allah SWT, Sang pencipta kelak menganugerahkan bagi mereka yang beriman, bertaqwa dan berlaku jujur dengan ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan terperbaikinya amal-amalnya. Lebih jauh, melalui lisan agung baginda SAW, termaktud dalam hadist ibnu Masúd.

“Hendaklah kalian senatiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”

HR Muslim
Kaprodi Kebidanan Jember Sugijati, S.ST,.M. Kes (kiri), Dwipa Tirsa Paulina, Rika Mahardika Sari, Yuniasih Purwaningrum

Tunaikan Amanah Merengkuh Jannah

Terkait pokok bahasan amanah, beliau merujuk kepada Qs An. Nisaa ayat 58, yang berbunyi Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Dalam uraian yang disampaikan, beliau secara khusus mengajak semua untuk menunaikan amanah, sekecil apaun itu amanah wajib kita tunaikan, sesuai dengan kapasitas, porsi dan tanggung jawab kita dengan dorongan fastabiqul khairat dan spirit tolong-menolong dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan menghindari tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dalam penarikan kesimpulan, beliau menyampaikan negasi dari sifat jujur dan amanah, adalah sifat munafik. Sebuah sifat dan sikap keburukan yang melekat padanya khianat terhadap amanah yang diemban, senantiasa berbohong, dan lalai menunaikan janji. Terakhir, sebelum menutup gelaran siraman rohani dilakukan tanya-jawab dan doa bersama mengkahiri majelis yang di gelar di Aula Kampus yang riwayatnya terdahulu SPK dan AKBID, leader se eks-Besuki.

Elfira Nurul Aini dan Jenie Palupi
Jamaah ta’lim Kebidanan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *